Sun is not free anymore in Bali
Dear Ni
nyoman Dessy, Bali is not the same anymore.
4 tahun
yang lalu, aku masih bebas meletakan mobil sewaan ku dipinggir pantai tanpa
rasa khawatir sama sekali. Seakan para dewa laut ikut berjaga.
Tapi kini pantai
tak bebas kulihat, ada dinding yang menutupi. Ada charge masuk walau sekedar
berjalan di pinggir pantai.
Ada
harga bila ingin duduk berjemur menikmati hangatnya matahari.
20.000
IDR utk 1 jam
40.000
IDR utk 2 jam
200.000
IDR utk 1 hari
Wangi
dupa tak lagi semerbak, tergantikan parfum essensial di toko toko berdesign
unik dan perpendingin ruangan.
Ritual
menghantar doa yang eksotis tak lagi menarik.
Hingar
bingar musik dan minum bir dipinggir pantai adalah ritual baru disini.
Atau
bila ingin ritual yg menghadirkan ketenangan, rumah yoga dan spa tumbuh di
setiap sudut gang.
Wanita
bali memakai kain tergantikan dengan pakaian sangat minimalis.
Kini
mereka seolah tak lagi takut akan hukum karma. Berkoalisi dengan sesama
pedagang untuk memperdaya turis.
Senyum
mereka adalah senyum komersil. But I can't deny my self that Bali is still my
destination.
Its
culinary
its
architecture
dan
pantai Bali yang masih tersisa.
Komentar
Posting Komentar